Sabtu, 20 Juni 2015

YAQIN

Allah telah menuliskan semua tentang kehidupan kita, jauh dari sebelum kita ada. Allah telah menuliskannya disebuah kitab yang nyata, kitab rahasia (Lauhul Mahfudz), karena yang Maha Mengetahui hanya diriNya, yap diriNya.

“Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauhul Mahfuz)” (QS: An-Naml (27) :75)

Apapun yang terjadi pada diri kita sekarang ini, semua adalah kehendakNya. Tak ada yang kebetulan, semua adalah takdir dari Nya. Tugas kita adalah menjalankan, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kita hidup di dunia ini untuk apa sih? ya untuk beribadah kepada Nya, maka sertailah Allah disetiap langkah kita. 

Ketika kita telah menjadikan Allah tujuan kita, insyaa Allah Allah akan memudahkan segala urusan kita. Selangkah kita kepadaNya, Dia akan mendekati kita dengan seribu langkah, Masyaa Allah begitulah kecintaanNya kepada kita. Lantas? apakah kita sadar? apakah kita paham? apakah kita telah bersyukur atas semua nikmat yang diberikanNya? nikmat iman, islam, kesehatan, pendidikan, udara yang kita hirup setiap hari itu dari siapa? ya dari Allah

Maka, ketika kita mempunyai suatu hajat baik segeralah lakukan. Jika kita yakin, insyaa Allah akan ada jalannya. Mulailah dengan selalu menebar kebaikan, bermanfaat untuk orang lain, dan kejar akhirat Insyaa Allah dunia mengikuti. Yakinlah dengan janji Allah, karena JANJI ALLAH ITU PASTI. 

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah” (QS. Al Hajj:70).

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”” (QS. Al An’am:59).

Sedangkan dalil dari As Sunnah, di antaranya adalah sabda Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa salam,

… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi"



 Cikarang, 22 juni 2015

Rabu, 17 Juni 2015

Jadikan Ujian Sebagai Penguat

Subhanallah
Walhamdulillah
Allahu Akbar

Astaghfirullahal'azim
Semoga Allah selalu melindungi kita dimanapun berada. Hari ini tiba-tiba ada yang sedikit menghantam hati ini dengan berbagai penilaian orang di luar sana. Memang aku percaya, setiap orang memiliki pendapat berbeda-beda tentang orang lain. Disinilah dituntut agar kita bisa memahami orang lain, agar kita bisa masuk ke dunia mereka.

Seorang umi berkata kepadaku pagi itu, "Dalam ukhwuah itu ada 3 hal yang harus kita perhatikan, ta'aruf, tafahum dan ta'awun". jika kita sudah ta'aruf, maka cobalah untuk memahami mereka. Agar ukhuwah ini berjalan lama dan menyenangkan.

Nah, untuk memahami orang itu butuh waktu lama. Banyak aspek yang harus diperhatikan, banyak aspek juga yang harus kita pahami. Apakah itu aspek budaya. Contohnya saja budaya Minang berbeda dengan orang Jawa. Jadi, kita harus bisa memahami itu dan banyak lagi aspek lainnya. Dalam komunikasi kita juga harus bisa memahami orang lain, jangan sampai perkataan kita menyakiti orang. Buatlah orang yang ada disekitar kita nyaman dan merasa dihargai. Berbicara soal komunikasi, memahami orang lain, dan banyak lagi komponen dalam berinteraksi dengan orang lain yang harus kita pelajari.

Nasehat seorang sahabat, "seberapapun beratnya ujian hidup ini, tetaplah kebaikan yang ada di tanganmu. Landaskan semua ikhlas dan tulus Lillahi ta'ala". Tidak perlu kita bersusah payah untu membuktikan kalau kita itu baik. Cukup orang saja yang memberikan penilaian. Tetaplah berjalan di Jalan Nya, Jalan ALLAH, Jalan yang lurus. Semoga Allah selalu melindungi setiap ucapan, gerak dan tingkah laku kita agar tidak menyakiti orang lain. Aamiin yaa Allah

Insyaa Allah Kuat!!!

Senin, 15 Juni 2015

Untuk Sedekah Jangan Pakai Mikir

Perjalanan pulang dari Jakarta-Bekasi dengan menggunakan mobil Honda Freed melaju dengan kencangnya. Umi seperti biasa menceritakan pengalamannya dan kisah hidupnya kepadaku. Aku selalu berusaha menjadi pendengar yang baik. 

Malam itu umi bercerita tentang hakikat memberi  (Sedekah). Umi mengatakan kepadaku bahwa segala yang kita punya sekarang ini hanyalah titipan Allah dan umi percaya itu. Umi selalu ingat perkataan almarhum abi "Udah neng, kalo sedekah gak usah pake mikir, apa yang kita punya sebagian itu ada haknya orang lain. Kita kasih dulu ya, ke orang yang membutuhkan. toh ntar insyaa Allah abi yakin, ALlah akan ngasih kita gantinya. Bismillah aja". 

Masya Allah, begitu baiknya dan tulusnya hati abi. Ketika dia punya uang, dia gak pernah nyimpan berlama-lama di tabungannya. Dia selalu berikan ke orang yang membutuhkan. Hingga pada saat itu almrhum sedang di CI makan di restoran mewah, abi langsung nelp umi, "Neng, abi sekarang lagi makan enak di restoran mewah, udah pergi sana ajak anak-anak ke restoran mewah juga, biar kalian ngerasain makanan enak". Begitulah bentuk kecintaan abi kepada anak-anak dan istrinya. Dimanapun dan sedang apapun beliau selalu ingat anak-anak. "Alhamdulillah bersyukur sekali umi punya suami yang baiknya luar biasa". Begitu tanggapan umi selanjutnya. 

Nah, ketika hendak beli mobil ini pun abi tidak pakai mikir lama, tidak dengan kredit, tapi langsung cash alhamdulillah. Umi nanya ke abi "lah, kalo kita beliin semua ke mobil, lantas untuk simpanan yang lainnya mana bi?". Abi pun menjawab "Udah neng bismillah, ntar pasti ada gantinya insyaa Allah". 

Perkataan optimis, Insyaa Allah, Bismillah, perkataan-perkataan baik yang yakin akan janjinya Allah itulah yang selalu umi yakini dan pahami. Hal itu membuatku semakin bersyukur dipertemukan dengan umi. Aku tidak hanya mendapatkan dakwah dari perkataan, tapi juga langsung dengan pengalaman hidup ini. Ini menjadi inspirasi serta contoh bagiku. 

Umi mengajarkanku tentang arti memberi dan meyakini tentang adanya Janji ALLAH
Ketetapan ALLAH itu PASTI.
Allah Akan memberikan lebih baik lagi jika kita ikhlas memberi. Memberi yang kita punya kepada orang-orang yang membutuhkan. 

Sedekah Menjadi Sebab Allah Membuka Pintu Rezeki

Sedekah mengundang rahmat Allah dan menjadi sebab Allah buka pintu rezeki. Nabi s.a.w. bersabda kepada Zubair bin al-Awwam: 
“Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki hamba itu ditentang Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, nescaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah menyedikitkan baginya.” (H.R. ad-Daruquthni dari Anas r.a)


Cikarang, 17 Juni 2015

Minggu, 07 Juni 2015

Supercam Qur'an Khadijah (Sukabumi)

Hari ini perjalanan yang juga membuatku sangat terkesan. Tepat pukul 2 siang, ummi mngajak kami semua untuk survey tempat supercamp (tempat mnghafal alquran). 
Dalam perajlanan kami kejebak macet yg lumayan lama dan panjang. Hingga pada akhirnya ummi mnggerutu dan ngomel se enaknyaa.

Ketika di jalan lintas bogor Sukabumi kami melihat angkutan umum yg biasanya trayek Sukabumi Bogor. Dengan nada semangat umi berteriak yes!!"ini dia ni mobilnyaa". Ummi terus mengikuti jejak mobil itu. Karna antrian panjang, mobil tersebut menyalip kanan kiri dan subhanallaah umi pun juga ikut dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Aku berpikir "yaa Allah ini umi kereen bngt, kuat bngtt.berani bngtt,, bawa mobil kenceng bngt dg jarak yg lumayan jauh.

Hingga pada akhirnya kami tiba di Sukabumi pukul 8 malam. Umi langsung merebahkan badannya. Aku berdoa dalam hati "semoga Allah senantiasa memberi umi kesehatan".
Nah....sesampainya disini kami langsung ke tempat tujuan yaitu pemondokan akhwat untk hafidzah. 

Disana aku bertemu dg akhwat yg subhanllaaah minat mnghafalny luar biasa sekali.. waktu aku tiba dsanaa mereka sdg memurojaah (mngulanh) hafalannya ke sesama teman
Karna sudah sangat lelah.. kami langsung k penginapan.. wuaaaaa exited bngt.. lokasinya d antara sawah dan kolam ikan... suara jangkrik dan derasnya air mnghiasi malamku.
 
Disini aku juga bertemu dengan pemilik rumah quran itu yang biasa di panggil bunda. Bunda memiliki 6 orang anak. hmmm kira2 umur bunda kurang lebih 35/36 thun Suaminya sdg umrah ke tanah suci. Beliau juga kader pks yang dulunya pernah menjadi imam di pakistan dan qatar. 

Subhanallaaah perjuangan dakwah menuju jannahnya Allah masyarkat sini
Membuatku bgtu amat sangat malu dngn diri ini. Bacaan quran masih standar. ilmu juga gak bnyak2 amat. Tapi insyaa Allah keinginan ku kuat untk sprti mereekaaa.



Esok haripun menyapa dengan dihiasi udara yang sejuk dan segar. Kami bersiap-siap untu berangkat ke pemondokan para hafidzah. Subhanallah sesampainya disana aku merasakan nikmat yang luar biasa yang Allah berikan. Karena aku diberi kesempatan untuk hadir disana menyaksikan semangat orang-orang yang luar biasa, kebaikan orang-orang dermawan yang secara Cuma-Cuma memberikan tempat tinggal gratis untuk para penghafal quran tersebut. 

Ingin rasanya menangis haru untuk mengungkapkan perasaan ini. Mereka para umahat rela ditinggal suami yang sedang dakwah di negeri  orang. Pengakuan salah seorang ummi, “saya juga ditinggal oleh suami saya, ini udah masuk 10 bulan, abinya anak-anak lagi dakwah di Qatar”. 

Ternyata disini orang-orang berlomba-lomba untuk dakwah di jalanMu. Syukur yang tiada kira yang inginku sampaikan, Engkau telah mempertemukanku dengan ummi. Semoga kelak aku bisa mewujudkan segala keinginan dan ini adalah langkah awal. “Bismillah”, Kekuatan bismillah yang selalu ummi ucapan setiap hendak melakukan sesuatu dan aku harus bisa membiasakan itu.
 

Para pecinta Allaah Allaahu Akbar
Sukabumi, 6 juni 2015

Jumat, 05 Juni 2015

Hakikat Jodoh




Galau???hahaha gak laaah.. hmmmm iyakah???
,, memang benar apa yang dikatakan seorang penulis, yang biasa ku panggil om tere “ tak usah menerka-nerka jalan cerita , menghubung-hubungkan setiap peristwa yang terjadi,, untuk membenarkan hati.,, tidak tau mana simpul nyata dan mana simpul palsu”
sakit memang, memikirkan orang yang mungkin belum tentu memikirkan kita,, syukur-syukur suatu saat rasa ini halal dan sama adanya,, kalau tidak?? Nah lho? Ribet kan??
ujian perasaan ini memang rumit, lebih rumit dari ujian-ujian yang lainnya, ujian UN ujian SNMPTN,, ujian apa lagi y??

jika memang berjodoh, tuhan sendiri yang akan  menentukan jalanNya
Mari memperbaiki diri, memantaskan diri, karena jodoh kita adalah seumpama cermin,, pantulan diri kita,, mari kita kejar cintaNya,, karena kalo itu sudah kita dapatkan,, apasih yang gag dikasih oleh Nya sang Maha pengasih dan Maha penyayang
tetap semangat fadilah,, tetap menunggu dan bersabar
jika sudah waktunya,, semua akan tiba
semua telah tercatat di lauhul mahfudzNya


Menulislah Agar Kau Hidup

Terinspirasi dari beberapa orang teman,, sebut saya Wara dan Riri. Mereka berdua adalah anggota LF (itu sebutan kami). Mereka lah yang selalu bercerita, berbagi kisah dan merekomendasikan cerita2 keren. Tidak hanya kisah cinta, pesahabatan, tapi juga tentang hidup. Tentang bagaimana kita memberikan pemahaman tentang hidup. Sejatinya hidup ini hanya butuh di nikmati, berjalanlah sesuai alurNya. 

Yaaa...entah sejak kapan aku mulai menyukaimu, aku tak tau, perasaan senang itu tiba2 saja ada. senang mencurahan semuanya lewat tulisan2 ini, lewat buku2 itu.
Apakah aku kesepian???
tidak...
disini aku masih banyak adik2 yang selalu membuat hari2ku riang. Tapi kenapa aku mulai menyukaimu?

Mungkin perasaan ini yang dirasakan mereka dari dulu kala. Mereka yang selalu suka mencurahkan segala perjalanan dan mozaik kehidupannya lewat tulisan. Lantas untuk apa??? yaa,, bukan untuk apa2,, agar kisah kita selalu tertulis di ingatan dan catatan ini. Itu sedikit kesimpulan yang dapat aku petik darimu.


Bekasi, 5 juni 2015

ODOJ MEMPERTEMUKAN KITA UMI


Beranjak dari kita yang berencana, tapi Allah lah yang menentukan segalanya.Dulu aku sempat bersikeras memiliki cita-cita untuk tidak merantau selama aku masih belum berstatus memiliki suami (hahah). Niatku untuk saat itu dekat dengan orangtua,, bisa pulang se enaknya dan bisa menjenguk mereka kapanpun aku mau.

Seiring berjalannya waktu,,, (yang waktu itu kondisinya aku masih mencari pekerjaan yang aku inginkan yang sesuai dengan passion ku yaitu dunia pendidikan). Aku terus searching d google,, cari info kemana-mana seenak hatiku. Sampai pada waktu itu aku teringat dengan bu yanti (yang waktu itu masih kupanggil ibu,,,). Aku mengenal bu yanti lewat sosial media Whatsapp ,, yang mana waktu itu bu yanti satu grup dengan ku “d grup ODOJ 993”.
Beliau adalah owner dari Yayasan Al fajri Cahaya umat. Dulunya yayasan itu didirikan oleh alm suami beliau. Suami beliau meninggal di cristmest island (Australia). Alm adalah salah seorang imam d masjid yang ada d Australia dan juga mentor untuk orang2 mualaf serta anak2 lapas yg ada d Australia (subhanallaah dakwah dan perjuangan beliau).

Seiring berjalannya waktu, aku terus berdoa dan sholat istikhoroh tentang niatku merantau. Ada sedikit alasan keluarga yang mmbuat ku ingin merantau dan sejenak ingin melupakan peliknya masalah hidup. Bukan bermaksud untuk lari dari masalah. Hanyasaja ingin mencoba menenagkan diri sembari mencari pengalaman dan ilmu di sini (bekasi).

Sore itu langsung aku sms bu yanti menanyakan apakah di yayasan beliau masih buka lowongan pekerjaan. Dan beberapa jam kemudian bu yanti langsung membalas sms ku, “masih dek, kalau dek dila mau silahkan kirim cv nya ke saya”.

Yang ada dibenakku hanya dakwah, dunia pendidikan, tarbiyah dan pengalaman. Dari awal aku sudah tau kalau yayasan ini adalah yayasan yang baru didirikan sekitar 4 tahun lalu. Tapi , disini aku ingin mengembangkan ilmuku. Yang membuat aku tambah semangat lagi aku tau disini lingkungan yang sangat baik untuk pendidikan islam , apakah itu tarbiyah, bacaan alqur’an dan sebagainya.
Hingga pada saat itu aku langsung memutuskan untuk langsung menemui bu yanti, dan disini aku tinggal bersama beliau dan 2 orang anak yang masih kecil2 yaitu faza (10 thn) dan fawwaz (6 thn) seumuran dg adikku. 

Jika kamu ingin mengetahui tentang Al fajri cahaya umat,, silahkan lihat d google..
doakan semoga keinginan kami selaku pengurus disini bisa mengembangkannya dan mewujudan seperti apa yang telah direncanakan. 


Insyaa Allah akan dijadikan Al fajri International Islamic school.  Yang akan dibina oleh konsultan pendidikan GLC. Yang mana biaya pembuatan gedung di biayai oleh orang-orang islam di crismest island (Australia) . Sontak mendengar cerita2 dan keinginan ummi (yang setelah sampai aku disini, beliau memintaku untuk memanggil ummi, umi “Yanti Kumilailah”. Semangat dakwah dan juangku makin menggebu2, ummi orang yang berani, pekerja keras, semangat tinggi, yaaah walaupun sedikit cerewwt :D ,, tapi aku memahami dan menikmati. Untuk kamu ketahui juga ,, ummi adalah seorang single parent yang memiliki 5 anak. Anak pertama fajri (mondok d rumah qur’an,, alhmd sampai sekrang sudah hafal 21 juz), anak kedua faris (juga lagi mondok), anak ketiga Faza, anak ke empat faiq (tinggal bersama nenek dari abinya) dan yang terakhir fawwaz  (bercita2 jadi doctor, yang hafidz 30 juz ). 

Semua urusan mulai dari RT dan yayasan ummi lah yang mengerjakannya. Ummi sekarang juga kuliah di Al hikmah jurusan komunikasi penyiaran islam (semester 7). Hingga disini aku di minta menjadi asisten pribadinya, selain aku juga mengajar di yayasan. Kemaren aku di ajak ke pelatihan “Desain pendidikan islam” (kereeen… disana menjelaskan tentang dunia pendidikan masa kini dan desain pendidikan yang baik itu seperti apa). Kamu taulah aku,,,, aku orang yang begitu semangat jika berbicara tentang dunia pendidikan,, apalagi bertemu dengan orang2 keren,, sampai2 semangat ku untuk mendirikan yayasan juga makin menggebu2,, maka dalam hati aku berdoa sambil melantunkan shalawat,, sembari menyugesti diri, aku pasti bisa, aku harus belajar, aku harus punya ilmu yang banyak. Walaupun aku sempat berfikir uang dari mana untk mendirikan sekolah , tapi aku yakin tak ada yang tak mungkin,” kun fayakun”.

Padahal aku belum lama disini,, aku di ajak rapat kerja tahunan yayasan. Membicarakan semua yang berhubungan dengan yayasan dan bagaimana yayasan ini kedepannya.
Minggu besok aku hanya di rumah mengurusi adik2, sambil menggantikan ummi di yayasan, untuk rapat. Karena umii pergi supercamp menghafal ALquran. Subhanllah 

Begitulah aku disini
aku hanya sharing, semoga semangatmu untuk menuntut ilmu dan melanjutkan pendidikan juga makin menggebu2 ampungku. Kamu pasti bisa… kita butuh orang2 yang benar2 peka terhadap dunia pendidikan dan kehidupan semua generasi,, tak hanya anak2,, tapi kita sebagai penerus,, pendidik.

ku doakan kamu dimudahkan segala urusannya

Cikarang, 5 juni 2015

Kamis, 04 Juni 2015

ANAKMU BUKANLAH MILIKMU

Mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.


Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.


Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.


Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.


Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.
Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.


Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.


Khalil Gibran

Apakah Sekolah Kita Sudah Beradab?

17 Oct 2014 | 23:19
Dikutip dari tulisan Irfan Amalee (dalam, IHEI)

Setahun terakhir ini saya terlibat membantu program Teaching Respect for All UNESCO. Saya juga membantu sejumlah sekolah agar menjadi sekolah welas asih (compassionte school). Dua hal di atas membawa saya betemu dengan sejumlah sekolah, pendidik, hingga aktivis revolusioner dalam menciptakan pendidikan alternatif. Di benak saya ada satu pertanyaan: sudah se-compassionate apa sekolah kita? Sejauh mana sekolah menumbuhkan sikap respect pada siswa dan guru, serta semua unsur di lingkungan sekolah? Karena compassion (welas asih) dan respect (sikap hormat dan emphaty) adalah bagian dari adab (akhlak) maka pertanyaannya bisa sedikit diubah dan terdengar kasar: sudah seber-adab apakah sekolah kita?
Rekan saya melakukan sebuah experimen yang menarik. Dia berkunjung ke Sekolah Ciputra, sekolah millik pengusaha Ciputra yang menekankan pada karakter, leadeship dan entrepreneurship serta memberi pengharagaan pada keragaman agama dan budaya. Pada kunjungan pertama rekan saya itu datang dengan baju necis menggunakan mobil pribadi. Di depan gerbang Pak Satpam langsung menyambut hangat, “Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?” Rekan saya menjawab bahwa dia ingin bertemu dengan kepala sekolah, tetapi dia belum buat janji. Dengan sopan Pak Satpam berkata, “Baik, saya akan telepon pak kepala sekolah untuk memastikan apakah bisa ditemui, bapak silakan duduk, mau minum kopi atau teh?” Pelayanan yang begitu mengesankan!

Di waktu lain, rekan saya datang lagi, dengan penampilan yang berbeda. Baju kumal, dengan berjalan kaki. Satpam yang bertugas memberikan sambutan yang tak beda dengan sebelumnya, diperlihakan duduk dan diberi minuman. Saat berjalan menuju ruang kepala sekolah, satpam mengantarkan sambil terus bercerita menjelaskan tentang sekolah, bangunan, serta cerita lain seolah dia adalah seorang tour guide yang betul menguasai medan. Bertemu dengan kepala sekolah tak ada birokrasi rumit dan penuh suasana kehangatan. Padahal rekan saya itu bukan siapa-siapa, dan datang tanpa janjian sebelumnya.

Melatih satpam menjadi sigap dan waspada adalah hal biasa. Tetapi menciptakan satpam dengan perangai mengesankan pastilah bukan kerja semalaman. Pastilah sekolah ini punya komitmen besar untuk menerapkan karakter luhur bukan hanya di buku teks dan di kelas. Tapi semua wilayah sekolah, sehingga saat kita masuk ke gerbangnya, kita bisa merasakannya. Itulah hidden curricullum, culture.

Di kesempatan lain, saya bersama rekan saya itu berkunjung ke sebuah sekolah Islam yang lumayan elit di sebuah kota besar (saya tidak akan sebut namanya). Di halaman sekolah terpampang baliho besar bertuliskan, “The most innovative and creative elementary school” sebuah penghargaan dari media-media nasional. Dindinging-dinding sekolah dipenuhi foto-foto siswa yang menjuarai berbagai lomba. Ada dua lemari penuh dengan piala-piala. Pastilah sekolah ini sekolah luar biasa, gumam saya.
Kami berjalan menuju gerbang sekolah menemui satpam yang bertugas. Setelah kami mengutarakan tujuan kami ketemu kepala sekolah, satpam itu dengan posisi tetap duduk menunjuk posisi gerbang dengan hanya mengatakan satu kalimat, “lewat sana”.

Kami masuk ke sekolah tersebut. Di tangga menuju ruangan kepala sekolah, ada seorang ibu yang bertugas menjadi front office menghadang kami dengan pertanyaan, “mau kemana?” dengan wajah tanpa senyum. Saat tiba di ruangan kepala sekolah, kebetulan sat itu mereka sedang rapat. Sehingga kami harus menunggu sekitar 45 menit. Selama kami duduk, berseliweran guru datang dan pergi tanpa ada ada yang menghampiri dan bertanya, ” ada yang bisa saya bantu?”

Akhirnya kepala sekolah mempersilakan kami unutk masuk ke ruangannya. Baru ngobrol sebentar, tiba tiba seseorang di luar membuka pintu dan memasukkan kepalanya menanyakan sesuatu kepada kepala sekolah yang tengah mengobrol dengan kami. Tak lama dari itu tiba-tiba seorang guru masuk lagi langsung minta tanda tangan tanpa peduli bahwa kami sedang mengobrol. Karena kesal, akhirnya kepala sekolah itu mengunci pintu agar tak ada orang masuk. Dalam obrolan, saya sempat bertanya, apa kelebihan sekolah ini? Kepala sekolah terlihat berpikir keras selama beberapa menit sampai akhirnya menjawab,” ini seperti toko serba ada, semua ada”. Dari jawaban itu saya baru faham, pantas saja satpam sekolah ini tak punya sense of excelent service, kepala sekolahnya saja tak bisa menjelaskan apa value preposition sekolahnya.

Kemegahan bangunan, serta berbagai prestasi yang telah diraih, rasanya menjadi tak ada apa-apanya. Karena bukan itu yang membuat kita terkesan, melainkan atmosfir sekolah, hidden curricullum, culture.
Perjalanan kami lanjutkan ke sekolah Islam di tengah kampung. Bangunannya kecil sederhana. Pendiri sekolah ini seorang lulusan STM, tetapi mengabdikan separuh hidupnya untuk merumuskan dan menerapkan konsep sekolah kreatif yang dapat memanusiakan manusia. Saat ditanya tentang sekolahnya, dengan lancar dia menjelaskan konsep sekolah kreatif yang memberikan keras besar pada kreativitas anak dan guru. Ruang kelas dibuat tanpa daun pintu. Hanya lubang lubang besar berbentuk kotak, lingkaran, bulan sabit, bintang. Sehingga ketika guru tidak menarik, siswa boleh keluar kapan saja. Tak ada seragam sekolah dan buku pelajaran.

Kami duduk di pelataran sekolah sambil menyaksikan keceriaan anak-anak yang tengah bermain. Selama kami duduk, ada tiga orang guru dalam waktu yang berbeda menghampiri menyambut kami dan bertanya, “ada yang bisa yang saya bantu?”. Saya menangkap semangat melayani para guru tersebut. Mereka ingin memastikan tak ada tamu yang tak dilayani dengan baik.

Saat mengamati anak-anak bermain, saya melihat ada seorang anak yang jatuh dan menangis. Saya menebak bahwa guru akan segera membantu. Tetapi tebakan saya salah, ternyata dua teman sekelasnya datang menghibur dan membantunya untuk berdiri dan memapahnya ke kelas. Saya cukup terkesan.

Di sekolah yang sederhana ini saya menangkap aura kebahagiaan dari siswa dan guru-gurunya. Saya tak perlu tahu kurikulum dan sistemnya, saya sudah bisa merasakannya. Konsep dan visi pendirinya, ternyata bukan hanya di kertas. Saya bisa melihat dalam praktik. Itulah hidden curricullum, culture.

Pada kesempatan lain rekan saya pernah juga terkesan oleh siswa sekolah internasiona yang kebanyakn siswanya berkebangsaan jepang. Saat itu rekan saya akan mengisi acara di depan siswa pukul 10 pagi. Setengah sepuluh aula masih kosong. Tak ada orang tak ada kursi. Lima belas menit sebelum acara para siswa datang, mengambil kursi lipat dan meletakkannya dalam posisi barisan yang rapi. Seusai acara, setiap siswa kembali melipat kursi dan meletakkannya di tempat penyimpanan, hingga ruangan kembali kosong dan bersih seperti semula. Itulah culture.

Dari cerita di atas, saya semakin tidak tertarik pada prestasi apa yang diraih sekolah, semegah apa sebuah sekolah. Saya lebih tertarik bagaimana budaya sekolah dibangun dan diterapkan? Banyak sekolah yang menginvestasikan begitu banyak waktu dan pikiran untuk menyabet berbagai penghargaan. Tapi tak banyak yang serius membuat sekolah menjadi berharga dengan karakter dan budi pekerti. Banyak guru dan pelatih didatangkan untuk memberikan pembinaan tambahan pada siswa agar dapat menang lomba. Tapi sedikit sekali pelatihan service excellence untuk satpam dan karyawan. Dinding sekolah dipenuhi foto-foto siswa yang juara ini juara itu, tapi jarang sekali foto sesorang siswa dipajang karena dia melakukan sebuah kebaikan. Kehebatan lebih dihargai daripada kebaikan. Prestasi lebih berharga dari budi pekerti.

Kita harus segera mengubah sistem pendidikan kita masih berorientasi pada ta’lim (mengajarkan) menjadi ta’dib (penanaman adab). Dalam konsep compassionate school, tadib harus diterapkan secara menyeluruh (wholse school approach) meliputi tiga area, pertama SDM yaitu guru, karyawan, orangtua, hingga satpam, kedua kurikulum, dan yang ketiga iklim atau hidden curricullum.

Sebuah sekolah bukanlah pabrik yang melahirkan siswa-siswa pintar. Tapi sebuah lingkungan yang membuat semua unsur di dalamnya menjadi lebih ber-adab. Untuk mengukur apakah sebuah sekolah sudah menjadi compassionate school tak serumit standar ISO. Cobalah berinteraksi dengan satpam sekolah, amatilah bagaimana guru beriteraksi, siswa bersikap. Rasakan atmosfirnya. Jika preastasi akademik bisa dilihat di selembar kertas, budi pekerti hanya bisa kita rasakan.

Rabu, 03 Juni 2015

Sabar dan Syukur



SABAR DAN SYUKUR

Perjalanan hidup manusia itu memerlukan perjuangan, perjuangan yang pada akhirnya ada pengorbanan. Hidup yang selalu memilii 2 sisi, bahagia dan sedih. Lantas kita tidak boleh menyesali atas apa yang terjadi itu. Karena Allah memberikan dua sifat mulia sebagai solusinya untuk mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan sabar dan syukur. . .ketika dalam keadaan suka diperintahkan untuk bersyukur dan apabila dirundung susah diperintahkan untuk bersabar.

Kedua sifat itu seolah berpasangaan yang saling mengisi satu sama lain. Melalui dua sifat tersebut Allah hendak menjadikan para hambanya sebagai orang yang berpeluang sama untuk mendapat ridhoNya. Bagi hambanya yang diberi Nikmat maka syuur adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sebaliknya bagi hamba yang dirundung kesusahan maka sabar adalah salah satu media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sabar dan syukur juga diisyaratkan oleh Allah seperti seorang berjalan, antara kaki kanan dan kai kiri bergantian,tidak pernah kita jumpai orang yang berjalan selalu kaki kanan didepan dan selalu kaki kiri didepan. Begitu juga lambaian tangan, antara tangan kanan dan kiri selalu bergantian, apabila kaki  melangkah maka tangan kanan yang melambai ke depan dan begitulah seterusnya. 

Semua itu adalah Ayat Allah yang tidak berupa teks yang menantang untuk kita baca, agar kita semakin dalam rasa iman dan takwa terutama terhadap takdir yang diberlakukan Allah kepada kita semua. 

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memberitahukan, jika kalian bersyukur niscaya akan ku tambah . dan jika kalian kufur, sesumgguhnya adzabKu amatlah pedih. (QS. Ibrahim : 7)